Eh, Ada Manohara di Tanah Abang

manohara

Manohara rupanya beken di Tanah Abang. Masuklah ke gerai-gerai penjual pakaian dan bertanyalah tentang baju Manohara, pasti pramuniaga toko segera tahu yang dimaksud. Manohara melekat pada pelbagai jenis kaus hingga mukena.

”Ah, inilah mukena Manohara. Mukena ini mirip dengan yang digunakan artis Manohara ketika main di sinetron,” ucap Eko (24), pemilik gerai Permata Muslim, Kamis (17/9) kemarin.

Yang dimaksud mukena Manohara adalah mukena dengan renda di bagian sekitar leher. Renda ini biasanya dikencangkan sehingga tampak pas di leher. Mukena ini laris manis dicari orang.

Kemunculan Manohara dengan mukena di sinetron lantas membuat geger para pencinta sinetron. Mereka lalu memburu mukena yang mirip dipakai si artis. ”Apalagi Manohara pakai mukena ini untuk berdoa sambil menangis-nangis,” kata Eko sambil tersenyum.

Produsen mukena membaca peluang pasar ini dan langsung memproduksi massal aneka jenis pakaian yang dipakai Manohara, termasuk mukena. Mukena manohara muncul di Pasar Tanah Abang bertepatan dengan masa menjelang Lebaran sehingga pembeli memilih model Manohara untuk hari raya mendatang. Eko mencatat penjualan mukena Manohara mencapai lima helai per hari.

”Mukena Manohara ini menyelamatkan penjualan kami karena jenis ini yang banyak laku. Maklum, ekonomi sedang lesu sehingga penjualan mukena sekarang ini anjlok luar biasa dibandingkan tahun lalu,” kata Eko.

Manohara juga yang memberikan inspirasi bagi Bunda (45), desainer dan pedagang kerudung di Tanah Abang. Menjelang bulan puasa ini, Bunda meluncurkan mukena dengan desain yang terinspirasi dari pakaian pengantin Manohara.

”Tapi, ada tambahan kristal Swarovski-nya sehingga mukena saya tampak lebih glamor,” ujar Bunda yang mematok harga Rp 2 juta untuk mukena model ini. Kristal Swarovski merupakan salah satu elemen yang membuat harga kerudung dan mukena Bunda menjadi mahal.

Harga kerudung dan mukena buatan Bunda ini memang tergolong mahal. Kerudung termurah ditawarkannya Rp 150.000 per helai. Tentu saja, tidak semua kerudung dan mukena terinspirasi dari Manohara.

Walaupun harga ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tetap saja Bunda kebanjiran order. Apalagi, dia sengaja mendesain kerudung untuk pesta. Lebaran merupakan salah satu momentum yang tepat bagi mereka yang berduit untuk mengoleksi kerudung dan mukena buatan Bunda.

Setiap kali kerudung atau mukena selesai dibuat, langsung saja ada pembelinya. Selain pembeli yang langsung menggunakan sendiri kerudung atau mukena buatan Bunda, ada pula pedagang busana muslim di berbagai daerah yang sudah menjadi pelanggan tetap Bunda. Bahkan, ada pembeli yang berasal dari mancanegara.

Omzet naik

Saat penjualan yang tengah laris manis seperti saat ini, Bunda mengantongi omzet yang cukup besar. ”Kalau dihitung omzet, sebulan terakhir ini saya sudah mengantongi Rp 750 juta. Jumlah ini naik dibandingkan omzet bulanan di hari biasa yang berkisar Rp 600 juta,” papar dia.

Kenaikan omzet di masa Lebaran ini dirasakan pula oleh Desi (34), pemilik toko Dhiaaz. Tahun ini, Desi tidak memasang baju batik, tetapi menggantinya dengan baju koko. ”Sekarang batik tidak terlalu digemari. Karena itu, saya ganti dengan baju koko,” ucap Desi yang mengkhususkan berjualan pakaian pria.

Satu baju koko dijual seharga Rp 25.000 sampai Rp 120.000. Dari penjualan baju koko saja, Desi bisa meraup omzet Rp 10 juta per hari. Dua bulan sebelum bulan puasa, penjualan pakaian bahkan berlipat-lipat karena pembeli yang singgah ke gerai Desi adalah pedagang eceran dari berbagai daerah.

Pedagang eceran ini membeli secara grosir. Ketika itu, omzet Desi bisa mencapai Rp 20-40 juta per hari. ”Sekarang sih, banyak pakaian yang sudah tidak komplet ukuran dan motifnya. Sebagian besar sudah laku dua bulan lalu,” kata Desi.

Namun, tidak seluruh pedagang merasakan kenaikan omzet saat Lebaran kali ini. Eko, misalnya, mengaku kesulitan mendapatkan omzet Rp 60 juta per bulan karena daya beli sedang merosot. ”Wah, tahun ini sulit sekali dapat pemasukan. Banyak pelanggan yang tahun ini absen belanja. Kalau dihitung-hitung, omzet Lebaran kali ini anjlok sampai 60 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu,” ucap Eko.

Sebagai perbandingan, mukena gelombang cinta—yang tren pada Lebaran tahun lalu seperti halnya mukena manohara saat ini—bisa diborong orang sampai 15 helai per hari. Mukena-mukena bahkan sudah tidak ada lagi yang dipajang. Sekarang, pajangan mukena masih bertumpuk.

Untung saja ada Manohara yang mampir ke Tanah Abang tahun ini. Walaupun sedikit, Manohara menaikkan penjualan Eko.

~ oleh Awai pada September 18, 2009.

5 Tanggapan to “Eh, Ada Manohara di Tanah Abang”

  1. Namanya duank, gt aja d buru, hoho

    maap lahir batin yaaa

  2. Saya cari mukena luna maya ada engga pak?

    Hehehe,
    lapor , linknya uda saya pasang. . .

    Salam kenal ya. . .

  3. Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  4. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  5. heheh sama supirku juga bilang ia mau kasih mukena tuk adiknya di kampung tapi yg kaya manohara………hehehe
    met berbuka puasa
    salam hangat selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: